Senin, 16 Februari 2009

SEPERTI KELEDAI YANG MEMBAWA KITAB KITAB TEBAL



KELEDAI YANG MEMBAWA KITAB KITAB TEBAL






Keledai Yang Membawa Kitab Kitab Tebal

" Seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal . Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu . Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim ".

( Q.S. Al Jumu'ah : 5 ) .

Selanjutnya firman Allah SWT dalam Q.S. Al A'raf : 36 artinya sebagai berikut :

36). Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya . ( Q.S. Al A'raf : 36 ) .

Demikianlah penulis berharap semoga melalui media blog ini , dapat memberikan sedikit pengetahuan dengan mengutip tentang ilmu Allah SWT yang tersurat didalam Al Qur'an , berupa ayat-ayat Allah SWT dalam bentuknya ada yang tersurat dan ada yang tersirat , dan ayat-ayat Allah SWT yang tersirat banyak kita temui dan terlihat di alam nyata , atau dalam alam kehidupan kita sehari-hari , dan atas kunjungannya kami mengucapkan terima kasih .

Wassalam Penulis,

Zulkifli Amma .


Minggu, 15 Februari 2009

TEKNOLOGI MARITIM DALAM AL QUR'AN

TEKNOLOGI MARITIM DALAM AL QUR'AN


Teknologi Maritim Dalam Al Qur'an

Dengan mengemukakan judul diatas penulis hendak mengajak pembaca untuk bersama memahami dan memaknai bahwasanya, Al Qur'an bukan hanya sekedar dogma atau ajaran agama bagi manusia, ataukah sekedar filsafat dan sains saja akan tetapi lebih jauh dari itu selain sebagai hukum, juga petunjuk (pedoman) dan peringatan dari Tuhan Allah SWT bagi seluruh alam semesta .

Kembali kepada tema diatas tentang Teknologi Maritim Dalam Al Qur'an, bersama ini kami kutip sebuah ayat dalam Q.S. Al Qamar (Bulan), yang artinya sebagai berikut ;

15). Dan sesungguhnya telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran ?.

( Q.S. Al Qamar : 15 ) .

Selanjutnya perhatikanlah firmanNya dalam Q.S. Al Jasiyah (Orang Berlutut), dan artinya sebagai berikut ;

11). Ini ( Al Qur'an) adalah petunjuk . Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Tuhannya bagi mereka azab yaitu siksaan yang sangat pedih .

12). Allah-lah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya, dan supaya kamu dapat mencari sebagian karunia-Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur .

13). Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya . Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda ( kekuasaan Allah ) bagi kaum yang berfikir .

( Al Jasiyah : 11 s/d. 13 ) .

Dengan didasari ajaran atau petunjuk firman Allah SWT, maka ilmu pengetahuan (sains) tentang kelautan juga diterangkan pada sebagian ayat-ayat Al Qur'an, yang memberi hikmah pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi contohnya, maritim, nautika, perbintangan, pertahanan keamanan, transportasi, niaga, dan lain-lain hal yang berhubungan dengan kelautan, dan semuanya akan dapat dipelajari dan dikembangkan oleh kaum (masyarakat) yang mau berpikir .

Jika terdapat pertanyaan mengapa ilmuwan (kaum yang berpikir), masih ada yang memisahkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan Al Qur'an, padahal nyatanya ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut, sesungguhnya hanya bagian terkecil dari Ilmu Pengetahuan didalam Al Qur'an, maka tentang hal ini pun telah dijawab oleh Al Qur'an, dan pada prinsipnya kembali kepada keimanan dan Pemahaman setiap orang terhadap Al Qur'an, atau dengan jawaban yang lainnya adalah, terletak dari keyakinan ( Iman ) dan pemahaman ( Akal ) dari Manusia atau mahluk Jin sekalipun, dan hal ini terlepas dari apakah dia seorang muslim, atau non muslim bahkan atheis, tentu semuanya akan memiliki tanggung jawab pribadi masing-masing kepada Tuhan Allah SWT Yang Maha Berilmu .

Dan konsekwensi yang pasti yaitu sebagaimana yang tersurat pada firman Allah SWT pada Q.S. Al Jasiyah diatas :

11). Ini ( Al Qur'an ) adalah petunjuk . Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Tuhannya bagi mereka azab yaitu siksaan yang sangat pedih .

( Q.S. Al Jasiyah : 11 ) .

Singkatnya ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut tidak terlepas dari perhitungan manfaat (untung) dan mudharat (rugi) bagi manusia dan makhluk lainnya di alam semesta, dan agar dapat memberi manfaat besar seharusnya dapat diolah dengan kejernihan hati ( Iman ) dan akal ( Ilmu ) manusia, agar dapat mencapai manfaat kebenaran (Al Haq) dan jauh dari kesalahan (Al Bathil), dimana Al Haq (kebenaran) itu datangnya dari Tuhanmu, sehingga janganlah ilmu pengetahuan dan teknologi ditempatkan pada wilayah abu-abu, karena dengan alasan sains dan teknologi itu selalu berkembang, kemudian dikatakan kebenarannya itu relatif berubah-ubah, sehingga dengan pengertian teori sains sesuatu hal yang bisa salah dan juga bisa benar .

Pemahaman kebenaran yang relatif berubah seperti ini, tentu akan menempatkan kebenaran ilmu pengetahuan pada wilayah yang ragu-ragu, sebab kebenaran seharusnya senantiasa berubah menuju arah perbaikan atau kesempurnaan, dan tidak terbalik perubahannya menuju arah kerusakan apalagi kesalahan .

Karena kebenaran ilmu pengetahuan tidak maju mundur seperti pikiran dan hati manusia yang bergerak bolak balik pada kebimbangan dan keraguan, oleh sebab Kebenaran dan Kesalahan adalah dua hal yang saling ekstrim berlawanan, sebab kebenaran tetaplah kebenaran dan kesalahan tetaplah kesalahan, dan jika kesalahan sains itu tidak diperbaiki atau disempurnakan kebenarannya maka kebenaran itu tentu akan selalu dipertanyakan bahkan diperdebatkan .

Selanjutnya kemajuan teknologi perkapalan dan maritim telah berlangsung sejak zaman Nabi Nuh, dan yang jelas Kapal Nabi Nuh lebih besar dan modern sistim organisasi dan logistiknya jika dibandingkan Kapal Titanic yang tenggelam .

Sebab Kapal Nabi Nuh tidak hanya menyangkut sistim navigasi organisasi administrasi dan logistik manusia diatas kapal, juga menyangkut organisasi logistik dari makhluk hidup lain flora dan fauna dan fasilitas lainnya, yang harus berada dan masuk untuk diselamatkan kehidupannya di dalam kapal .

Selanjutnya perhatikanlah firman Allah SWT dalam Q.S. Hud, yang menerangkan teknologi maritim perkapalan di zaman Nabi Nuh sebagai berikut :

37). Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim itu; sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan .

38). Dan mulailah Nuh membuat bahtera . Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewati Nuh, mereka mengejeknya . Berkatalah Nuh : "Jika kamu mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami) .

39). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan yang akan ditimpa azab yang kekal ."

40). Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur telah memancarkan air, Kami berfirman : "Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman . "Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit .

41). Dan Nuh berkata : "Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya". Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang .

( Q.S. Hud : 37 s/d. 41 ) .

Hanya Allah Yang Maha Benar Dan Maha Tahu Dan Manusia Sumber Kesalahan .


Wassalam Penulis ,

Zulkifli Amma .


Jumat, 13 Februari 2009

AL QUR'AN SUMBER ILMU PENGETAHUAN

AL QUR'AN SUMBER ILMU PENGETAHUAN

Al Qur'an Sumber Ilmu Pengetahuan .

Al Qur'an adalah Kitab Suci Ummat Islam selain berisi perintah-perintah Allah SWT dan larangan-laranganNya, juga berisi segala sumber Ilmu Pengetahuan, Dunia serta Akhirat dan lain-lain, sebagai contoh diantara ilmu pengetahuan misalnya, Astronomi, Ekonomi, Kesehatan, Ilmu Hukum, Politik, Pertahanan Keamanan, Kimia, Fisika, Pendidikan, Jiwa, Olah Raga, Seni. Sastera, Sejarah, Budaya, Lingkungan Hidup, dan banyak lagi yang lainnya, termasuk juga cabang Ilmu Pengetahuan yang belum ada sekalipun atau belum dikaji temuannya, serta semua ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi manusia dan alam semesta, karena Alqur'an diturunkan Allah SWT bukan hanya untuk ummat Islam saja, tapi juga untuk sekalian Jin dan Manusia, dan bahkan lebih luas sebagai pengetahuan dan peringatan bagi seluruh alam semesta .


Untuk dapat memahami Al Qur'an secara baik dan benar, seseorang dapat masuk melalui 2 (dua) pintu utama pemahaman yaitu, pertama pintu Iman atau beriman (yakin percaya) terlebih dahulu terhadap firmanNya, atau masuk dari pintu kedua yaitu Akal, dan Akal Pikiran berguna untuk pemahaman dan pengembangan Ilmu Pengetahuan tersebut, oleh karena Kebenaran dari Ilmu Pengetahuan adalah bagian terpenting dari Al Qur'an itu sendiri .
Al Qur'an sebagaimana firman Allah SWT, ayat-ayatNya terbagi atas 2 (dua) jenis atau kelompok firman yaitu, ayat-ayat yang Muhkamaat ( ayat-ayat yang jelas maknanya) dan ayat-ayat yang Mutasyaabihaat ( ayat-ayat yang belum jelas maknanya ) .
Dan bagaimanakah cara kita mengsikapi atau menghadapi kedua jenis ayat-ayat Al Qur'an, hal tersebut telah diterangkan Allah SWT dalam firmanNya Q.S. Ali 'Imran : 7 yang artinya sebagai berikut ;
7). Dia-lah yang menurunkan Al Kitab ( Al Qur'an ) kepada kamu . Diantara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al Quran dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat . Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari ta'kwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta'kwilnya melainkan Allah . Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata : "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami". Dan tidak dapat mengambil pelajaran (dari padanya) melainkan orang-orang yang berakal .
( Q.S. Ali 'Imran : 7 ) .
Selain itu sikap dari seorang muslim dituntut untuk mendahulukan sikap Iman (yakin percaya) kepada Wahyu (firmanNya) dan bukan mendahulukan akal, dan terhadap perintahNya itu patut bersikap "Kami Dengar Dan Kami Taat" (Q.S. Al Baqarah : 285), sebagai suatu gambaran sikap dari orang yang beriman pada kebenaran Al Qur'an sebagai Wahyu Allah SWT, yaitu harus menjauhi sikap ingkar dan merasa lebih tahu, apalagi menantang, dan kemudian bersikap "Kami Dengar Dan Kami Tolak" .

Perhatikanlah Firman Allah SWT dalam Q.S. Al Mujadilah sebagai berikut ;

"niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat . Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan".

( Q.S. Al Mujadilah : 11 ) .

Dalam ayat ini pun yang disebut pertama adalah, kelompok orang-orang yang beriman, dan kemudian itu orang-orang yang diberi Ilmu Pengetahuan, dimana kebenaran ilmu pengetahuan didapat melalui dua mesin prosesnya yaitu, melalui ketajaman hati yang beriman dan kejernihan Akal Pikiran .

Hal ini pun terlihat pada Wahyu atau Firman Allah SWT yang pertama kepada Rasulullah Muhammad SAW yang tertulis dalam Q.S. Al 'Alaq : 1 , yang artinya ;

1). Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan .

( Q.S. Al 'Alaq : 1 ) .

Maka seorang ilmuwan muslim hendaknya tidak memisahkan Ilmu Pengetahuan dengan keimanan terhadap Al Qur'an, karena Allah SWT adalah Tuhanmu Yang Menciptakan Ilmu Pengetahuan tersebut, dan jangan-lah mengatakan bahwa pembahasan Sains dan Al Qur'an tidak akan sejalan, dengan memberi alasan yang sangat sempit misalnya, Sains adalah kebenaran relatif dan Al Qur'an adalah kebenaran abadi, sehingga menggabungkan kedua kajiannya (Al Qur'an dan Sains), hasilnya tidak akan sejalan alias bertolak belakang dan sebagainya .

Terhadap ilmuwan seperti ini maka Al Qur'an mengumpamakannya dalam Q.S. Al Jumu'ah : 5 sebagai berikut :

"Seperti keledai yang membawa kitab-kitab (buku) yang tebal . Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu ." .

( Q.S. Al Jumu'ah : 5 ) .

Perumpamaan ayat diatas dapat dijadikan sebagai introspeksi, untuk kelompok ilmuwan yang hanya sekedar mengandalkan ideanya saja dari, kitab-kitab (buku) karangan teori-teori ilmu pengetahuannya yang tebal-tebal, akan tetapi mereka tidak memahami kebenaran ilmunya, yaitu tentang apa isi dari buku buku yang dilihatnya dan dipikulnya, dan mereka pun sebaliknya menuduh dan mencela orang-orang yang beriman kepada firman Tuhan Allah SWT, sebagai orang-orang yang bodoh dan tidak paham dengan adanya perkembangan kemajuan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi di zaman modern, serta mencela dan menuduh mereka yang beriman kepada firmanNya itu, hanya-lah kumpulan dari orang-orang bodoh, yang hanya mengacu dan mengandalkan pada sebuah kitab suci .

Demikianlah tulisan dan ulasan dari kami, serta terima kasih atas kunjungannya ke media ini, Dan Hanya Allah Yang Maha Mengetahui .


Salam Penulis ,

Zulkifli Amma .