Jumat, 13 Februari 2009

AL QUR'AN SUMBER ILMU PENGETAHUAN

AL QUR'AN SUMBER ILMU PENGETAHUAN

Al Qur'an Sumber Ilmu Pengetahuan .

Al Qur'an adalah Kitab Suci Ummat Islam selain berisi perintah-perintah Allah SWT dan larangan-laranganNya, juga berisi segala sumber Ilmu Pengetahuan, Dunia serta Akhirat dan lain-lain, sebagai contoh diantara ilmu pengetahuan misalnya, Astronomi, Ekonomi, Kesehatan, Ilmu Hukum, Politik, Pertahanan Keamanan, Kimia, Fisika, Pendidikan, Jiwa, Olah Raga, Seni. Sastera, Sejarah, Budaya, Lingkungan Hidup, dan banyak lagi yang lainnya, termasuk juga cabang Ilmu Pengetahuan yang belum ada sekalipun atau belum dikaji temuannya, serta semua ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi manusia dan alam semesta, karena Alqur'an diturunkan Allah SWT bukan hanya untuk ummat Islam saja, tapi juga untuk sekalian Jin dan Manusia, dan bahkan lebih luas sebagai pengetahuan dan peringatan bagi seluruh alam semesta .


Untuk dapat memahami Al Qur'an secara baik dan benar, seseorang dapat masuk melalui 2 (dua) pintu utama pemahaman yaitu, pertama pintu Iman atau beriman (yakin percaya) terlebih dahulu terhadap firmanNya, atau masuk dari pintu kedua yaitu Akal, dan Akal Pikiran berguna untuk pemahaman dan pengembangan Ilmu Pengetahuan tersebut, oleh karena Kebenaran dari Ilmu Pengetahuan adalah bagian terpenting dari Al Qur'an itu sendiri .
Al Qur'an sebagaimana firman Allah SWT, ayat-ayatNya terbagi atas 2 (dua) jenis atau kelompok firman yaitu, ayat-ayat yang Muhkamaat ( ayat-ayat yang jelas maknanya) dan ayat-ayat yang Mutasyaabihaat ( ayat-ayat yang belum jelas maknanya ) .
Dan bagaimanakah cara kita mengsikapi atau menghadapi kedua jenis ayat-ayat Al Qur'an, hal tersebut telah diterangkan Allah SWT dalam firmanNya Q.S. Ali 'Imran : 7 yang artinya sebagai berikut ;
7). Dia-lah yang menurunkan Al Kitab ( Al Qur'an ) kepada kamu . Diantara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al Quran dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat . Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari ta'kwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta'kwilnya melainkan Allah . Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata : "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami". Dan tidak dapat mengambil pelajaran (dari padanya) melainkan orang-orang yang berakal .
( Q.S. Ali 'Imran : 7 ) .
Selain itu sikap dari seorang muslim dituntut untuk mendahulukan sikap Iman (yakin percaya) kepada Wahyu (firmanNya) dan bukan mendahulukan akal, dan terhadap perintahNya itu patut bersikap "Kami Dengar Dan Kami Taat" (Q.S. Al Baqarah : 285), sebagai suatu gambaran sikap dari orang yang beriman pada kebenaran Al Qur'an sebagai Wahyu Allah SWT, yaitu harus menjauhi sikap ingkar dan merasa lebih tahu, apalagi menantang, dan kemudian bersikap "Kami Dengar Dan Kami Tolak" .

Perhatikanlah Firman Allah SWT dalam Q.S. Al Mujadilah sebagai berikut ;

"niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat . Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan".

( Q.S. Al Mujadilah : 11 ) .

Dalam ayat ini pun yang disebut pertama adalah, kelompok orang-orang yang beriman, dan kemudian itu orang-orang yang diberi Ilmu Pengetahuan, dimana kebenaran ilmu pengetahuan didapat melalui dua mesin prosesnya yaitu, melalui ketajaman hati yang beriman dan kejernihan Akal Pikiran .

Hal ini pun terlihat pada Wahyu atau Firman Allah SWT yang pertama kepada Rasulullah Muhammad SAW yang tertulis dalam Q.S. Al 'Alaq : 1 , yang artinya ;

1). Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan .

( Q.S. Al 'Alaq : 1 ) .

Maka seorang ilmuwan muslim hendaknya tidak memisahkan Ilmu Pengetahuan dengan keimanan terhadap Al Qur'an, karena Allah SWT adalah Tuhanmu Yang Menciptakan Ilmu Pengetahuan tersebut, dan jangan-lah mengatakan bahwa pembahasan Sains dan Al Qur'an tidak akan sejalan, dengan memberi alasan yang sangat sempit misalnya, Sains adalah kebenaran relatif dan Al Qur'an adalah kebenaran abadi, sehingga menggabungkan kedua kajiannya (Al Qur'an dan Sains), hasilnya tidak akan sejalan alias bertolak belakang dan sebagainya .

Terhadap ilmuwan seperti ini maka Al Qur'an mengumpamakannya dalam Q.S. Al Jumu'ah : 5 sebagai berikut :

"Seperti keledai yang membawa kitab-kitab (buku) yang tebal . Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu ." .

( Q.S. Al Jumu'ah : 5 ) .

Perumpamaan ayat diatas dapat dijadikan sebagai introspeksi, untuk kelompok ilmuwan yang hanya sekedar mengandalkan ideanya saja dari, kitab-kitab (buku) karangan teori-teori ilmu pengetahuannya yang tebal-tebal, akan tetapi mereka tidak memahami kebenaran ilmunya, yaitu tentang apa isi dari buku buku yang dilihatnya dan dipikulnya, dan mereka pun sebaliknya menuduh dan mencela orang-orang yang beriman kepada firman Tuhan Allah SWT, sebagai orang-orang yang bodoh dan tidak paham dengan adanya perkembangan kemajuan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi di zaman modern, serta mencela dan menuduh mereka yang beriman kepada firmanNya itu, hanya-lah kumpulan dari orang-orang bodoh, yang hanya mengacu dan mengandalkan pada sebuah kitab suci .

Demikianlah tulisan dan ulasan dari kami, serta terima kasih atas kunjungannya ke media ini, Dan Hanya Allah Yang Maha Mengetahui .


Salam Penulis ,

Zulkifli Amma .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar