
Teknologi Maritim Dalam Al Qur'an
Dengan mengemukakan judul diatas penulis hendak mengajak pembaca untuk bersama memahami dan memaknai bahwasanya, Al Qur'an bukan hanya sekedar dogma atau ajaran agama bagi manusia, ataukah sekedar filsafat dan sains saja akan tetapi lebih jauh dari itu selain sebagai hukum, juga petunjuk (pedoman) dan peringatan dari Tuhan Allah SWT bagi seluruh alam semesta .
Kembali kepada tema diatas tentang Teknologi Maritim Dalam Al Qur'an, bersama ini kami kutip sebuah ayat dalam Q.S. Al Qamar (Bulan), yang artinya sebagai berikut ;
15). Dan sesungguhnya telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran ?.
( Q.S. Al Qamar : 15 ) .
Selanjutnya perhatikanlah firmanNya dalam Q.S. Al Jasiyah (Orang Berlutut), dan artinya sebagai berikut ;
11). Ini ( Al Qur'an) adalah petunjuk . Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Tuhannya bagi mereka azab yaitu siksaan yang sangat pedih .
12). Allah-lah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya, dan supaya kamu dapat mencari sebagian karunia-Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur .
13). Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya . Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda ( kekuasaan Allah ) bagi kaum yang berfikir .
( Al Jasiyah : 11 s/d. 13 ) .
Dengan didasari ajaran atau petunjuk firman Allah SWT, maka ilmu pengetahuan (sains) tentang kelautan juga diterangkan pada sebagian ayat-ayat Al Qur'an, yang memberi hikmah pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi contohnya, maritim, nautika, perbintangan, pertahanan keamanan, transportasi, niaga, dan lain-lain hal yang berhubungan dengan kelautan, dan semuanya akan dapat dipelajari dan dikembangkan oleh kaum (masyarakat) yang mau berpikir .
Jika terdapat pertanyaan mengapa ilmuwan (kaum yang berpikir), masih ada yang memisahkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan Al Qur'an, padahal nyatanya ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut, sesungguhnya hanya bagian terkecil dari Ilmu Pengetahuan didalam Al Qur'an, maka tentang hal ini pun telah dijawab oleh Al Qur'an, dan pada prinsipnya kembali kepada keimanan dan Pemahaman setiap orang terhadap Al Qur'an, atau dengan jawaban yang lainnya adalah, terletak dari keyakinan ( Iman ) dan pemahaman ( Akal ) dari Manusia atau mahluk Jin sekalipun, dan hal ini terlepas dari apakah dia seorang muslim, atau non muslim bahkan atheis, tentu semuanya akan memiliki tanggung jawab pribadi masing-masing kepada Tuhan Allah SWT Yang Maha Berilmu .
Dan konsekwensi yang pasti yaitu sebagaimana yang tersurat pada firman Allah SWT pada Q.S. Al Jasiyah diatas :
11). Ini ( Al Qur'an ) adalah petunjuk . Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Tuhannya bagi mereka azab yaitu siksaan yang sangat pedih .
( Q.S. Al Jasiyah : 11 ) .
Singkatnya ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut tidak terlepas dari perhitungan manfaat (untung) dan mudharat (rugi) bagi manusia dan makhluk lainnya di alam semesta, dan agar dapat memberi manfaat besar seharusnya dapat diolah dengan kejernihan hati ( Iman ) dan akal ( Ilmu ) manusia, agar dapat mencapai manfaat kebenaran (Al Haq) dan jauh dari kesalahan (Al Bathil), dimana Al Haq (kebenaran) itu datangnya dari Tuhanmu, sehingga janganlah ilmu pengetahuan dan teknologi ditempatkan pada wilayah abu-abu, karena dengan alasan sains dan teknologi itu selalu berkembang, kemudian dikatakan kebenarannya itu relatif berubah-ubah, sehingga dengan pengertian teori sains sesuatu hal yang bisa salah dan juga bisa benar .
Pemahaman kebenaran yang relatif berubah seperti ini, tentu akan menempatkan kebenaran ilmu pengetahuan pada wilayah yang ragu-ragu, sebab kebenaran seharusnya senantiasa berubah menuju arah perbaikan atau kesempurnaan, dan tidak terbalik perubahannya menuju arah kerusakan apalagi kesalahan .
Karena kebenaran ilmu pengetahuan tidak maju mundur seperti pikiran dan hati manusia yang bergerak bolak balik pada kebimbangan dan keraguan, oleh sebab Kebenaran dan Kesalahan adalah dua hal yang saling ekstrim berlawanan, sebab kebenaran tetaplah kebenaran dan kesalahan tetaplah kesalahan, dan jika kesalahan sains itu tidak diperbaiki atau disempurnakan kebenarannya maka kebenaran itu tentu akan selalu dipertanyakan bahkan diperdebatkan .
Selanjutnya kemajuan teknologi perkapalan dan maritim telah berlangsung sejak zaman Nabi Nuh, dan yang jelas Kapal Nabi Nuh lebih besar dan modern sistim organisasi dan logistiknya jika dibandingkan Kapal Titanic yang tenggelam .
Sebab Kapal Nabi Nuh tidak hanya menyangkut sistim navigasi organisasi administrasi dan logistik manusia diatas kapal, juga menyangkut organisasi logistik dari makhluk hidup lain flora dan fauna dan fasilitas lainnya, yang harus berada dan masuk untuk diselamatkan kehidupannya di dalam kapal .
Selanjutnya perhatikanlah firman Allah SWT dalam Q.S. Hud, yang menerangkan teknologi maritim perkapalan di zaman Nabi Nuh sebagai berikut :
37). Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim itu; sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan .
38). Dan mulailah Nuh membuat bahtera . Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewati Nuh, mereka mengejeknya . Berkatalah Nuh : "Jika kamu mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami) .
39). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan yang akan ditimpa azab yang kekal ."
40). Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur telah memancarkan air, Kami berfirman : "Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman . "Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit .
41). Dan Nuh berkata : "Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya". Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang .
( Q.S. Hud : 37 s/d. 41 ) .
Hanya Allah Yang Maha Benar Dan Maha Tahu Dan Manusia Sumber Kesalahan .
Wassalam Penulis ,
Zulkifli Amma .
salam.. sya berminat utk mengkaji ilmu perkapalan islam... boleh kita berkongsi pendapat mahupun cerita.?
BalasHapusSiap berkongsi pendapat mahupun cerita dalam kajian ilmu perkapalan Islam . Terima kasih.
HapusWassalam 🙏🙏
Waalaikumussalam , Terima kasih atas pendapat dan perhatiannya semoga sukses selalu untuk anda ...
BalasHapus